Pengukuran Nilai Grounding Terbaik Pada Kondisi Tanah Berbeda

  • Jaenal Arifin Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Purwokerto, Indonesia
Keywords: Earth Resistance Tester, Grounding, Tanah

Abstract

Sistem pentanahan atau grounding  yang baik diharapkan dapat melindungi perangkat elektronika, baik secara langsung ataupun secara tidak langsung jika terjadi sambaran petir saat terjadi hujan. Karakteristik dan kondisi tanah merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nilai pentanahan atau grounding. Pada penelitian ini dilakukan kegiatan pengukuran pentanahan atau grounding pada kondisi tanah berbeda, yaitu pada kondisi tanah berair atau tanah liat, tanah kering, tanah berbatu, tanah pasir dan tanah rawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tahanan pentanahan atau grounding. Metode pengukuran menggunakan tiga titik (three point methode) dan empat titik (four electrode methode) dengan menancapkan elektroda batang ke dalam tanah. Nilai resistansi tahanan yang tertampil pada alat ukur (Earth Resistance Tester) akan semakin kecil jika penanaman elektroda ditanam lebih dalam dan adanya penambahan batang elektroda, serta jarak antar elektroda diatur 5 sampai 10 meter.

Downloads

Download data is not yet available.

References

L. Electrical, Kyoritsu Instruments Works, “Instruction Manual Digital Earth Resistance Tester KEW 4105A,” pp. 1–24.
R. F. Christianti, A. H. Saptadi, and M. Eng, “Panduan Praktikum Pengukuran Besaran Elektrik,” Purwokerto, 2019.
F. A. Zahra, “Analisis Sistem Penangkal Petir pada BTS (base transceiver station) (suatu studi pada BTS X - Ciampea Dramaga Bo-gor),” Universitas Negeri Jakarta, 2015.
D. Darwanto, Sistem Proteksi Petir dan Sistem Penangkal Petir. PT.Tritech Consult, 1995.
Sudaryanto., “Analisis Perbandingan Nilai Tahanan Pembumian Pada Tanah Basah, Tanah Berpasir dan Tanah Ladang,” J. Electr. Technol., vol. 1, no. 1, p. 1, 2016.
I. Gunawan, Dasar Perencanaan Instalasi Penangkal Petir. Jakarta: Jurusan Elektro FTUI, 2003.
Z. Lubis, S. Aryza, and S. Annisa, “Metode Terbaru Perancangan Proteksi Petir Eksternal Pada Pembangkit Listrik,” J. Electr. Technol., vol. 1099, pp. 26–34, 2019.
M. Saini, A. M. S. Yunus, and A. Pangkung, “Pengembangan Sistem Penangkal Petir dan Pentanahan Elektroda Rod dan Plat,” INTEK J. Penelit., vol. 3, no. 2, p. 66, 2016.
A. Ponadi, “Analisis perbandingan nilai tahanan pentanahan menggunakan elektroda batang ( rod) jenis crom tembaga, allumunium, besi, degan media tanah pasir lumpur dan tanah liat,” J. Ilm. Mustek Anim, vol. 3, no. 2, pp. 166–185, 2014.
N. Yuniarti, “Evaluasi Sistem Penangkal Petir Eksternal Di Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta,” Eval. Sist. Penangkal Petir Eksternal Di Gedung Rektorat Univ. Negeri Yogyakarta, vol. 1, no. 2, pp. 187–195, 2017.
Z. Abidin, “Karakteristik Batang Pentanahan Sistem Arang-Garam (Sigarang) Sebagai Upaya Perbaikan Sistem Pentanahan,” J. ECOTIPE, vol. 4, no. 1, pp. 12–16, 2017.
T. J. Tanah, P. Dan, A. I. R. Laut, D. I. Pulau, A. Dengan, and V. Salamena, “Pengaruh Kedalaman Elektroda Terhadap Pengukuran Tahanan Jenis Tanah Pasir dan Air Laut dipulau ambon dengan konfigurasi Wenner Alfa,” SIMETRIK, vol. 8, no. 1, pp. 93–100, 2018.
E. Yuniarti, D. Hermanto, and P. Ahmadi, “Penggunaan Gypsum dan Magnesium Sulfat sebagai upaya menurunkan Nilai Resistansi Pentanahan,” Surya Energy, vol. 2, no. 1, pp. 140–148, 2017.
A. Syakur, Abdul, Juningtyastuti, Dermawan, “Comparative Analysis of Grounding Resistance Value in Solid and Septictank,” Teknik, no. 1, pp. 6–8, 2008.
IEEE Power and Energy Society, IEEE Guide for Measuring Earth Resistivity, Ground Impedance, and Earth Surface Potentials of a Grounding System - Redline, vol. 2012, no. December. 2012.
A. Solichan and R. Haryanto, “Analisa Impedansi Pengetanahan Elektroda Batang Tunggal Dalam Beton Rangka Baja Terhadap Injeksi Arus Bolak Balik,” Media Elektr. - Unimus, vol. 3, no. 1, 2010.
Published
2021-03-16
Section
Articles
Abstract viewed = 257 times
PDF downloaded = 167 times