Prediksi Jumlah Kejadian Titik Api Melalui Pendekatan Deret Waktu Menggunakan Model Seasonal Arima

Authors

  • Muhammad Alkaff Universitas Lambung Mangkurat
  • Nandang Eko Yulianto Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.31961/eltikom.v3i2.122

Keywords:

ARIMA, Deret Waktu, Kebakaran Hutan, Lahan Gambut, MODIS

Abstract

Kebakaran hutan merupakan permasalahan yang hampir setiap tahun terjadi di Indonesia terutama di pulau Sumatera dan Kalimantan. Umumnya kejadian kebakaran hutan di Indonesia terjadi pada lahan gambut, hal ini dikarenakan pada musim kemarau, lahan gambut akan menjadi sangat kering sampai kedalaman tertentu sehingga akan mudah terbakar. Upaya menanggulangi kebakaran hutan telah dilakukan melalui pemantauan titik api melalui satelit, hal ini telah dilakukan oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration) dengan satelit Terra dan Aqua melalui instrument MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer). Data yang didapatkan dari satelit tersebut mulai dari tahun 2001 sampai dengan 2018 kemudian diproses menjadi jumlah kejadian titik api perbulan yang selanjutnya dianalisa dengan pendekatan deret waktu menggunakan model Seasonal ARIMA (Auto Regressive Integrated Moving Average). Hal ini dilakukan untuk mengetahui korelasi jumlah kejadian titik api yang terjadi dengan jumlah kejadian titik api pada waktu sebelumnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model ARIMA (1,0,1)x(1,0,1,12) adalah model terbaik untuk melakukan prediksi jumlah titik api dengan nilai RMSE sebesar 5.85.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Downloads

Published

11-10-2019

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
2019. Prediksi Jumlah Kejadian Titik Api Melalui Pendekatan Deret Waktu Menggunakan Model Seasonal Arima. Jurnal ELTIKOM : Jurnal Teknik Elektro, Teknologi Informasi dan Komputer. 3, 2 (Oct. 2019), 54–63. DOI:https://doi.org/10.31961/eltikom.v3i2.122.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.